Penyebab timbulnya sengketa internasional dan cara penyelesaian oleh Mahkamah Internasional

Penyebab timbulnya sengketa internasional

1. Sebab-sebab Terjadinya Sengketa Internasional

Meskipun hubungan antamegara telah diatur dalam hukum internasional atau perjanjian internasional, dalam pergaulan dunia ternyata masih terdapat sengketa internasional. Sengketa internasional terjadi, bermula dan k0nflik antarbangsa. Dapat juga karena kesalahpahaman tentang suatu hal atau salah satu pihak sengaja melanggar hak kepentingan negara lain.

Sengketa antar negara ada yang dapat mempengaruhi kehidupan internasional serta meng4ncam dunia dan ada pula yang tidak. Oleh sebab itu sengketa negara atau sengketa internasional harus dicarikan jalan penyelesaiannya.

Penyebab timbulnya sengketa internasional

Adapun sebab-sebab terjadinya sengket4 internasional antara lain :

  1. kemiskinan dan ketidak4dilan, hal ini dapat membatasi kesempatan suatu bangsa untuk berkembang dan menjadi Negara maju
  2. perbedaan r a s dan agama, dalam kaitannya dengan status sosial. Misalnya : system kasta dan politik r 4 s i a l
  3. E k s t r i m i s m e yaitu sikap dan tindakan yang selalu mem4ksakan kehendak kepada bangsa lain yang bahkan dapat merugikan Negara
  4. K o n t r o v e r s i sebagai bentuk proses sosial antara persaingan dan konflik yang merupakan sikap tidak senang baik secara sembunyi atau terus terang
  5. Diskrimin4si yaitu pembatasan terhadap suatu kelompok untuk masuk pada kelompok tertentu.
Selain faktor-faktor di atas, masih terdapat masalah-masalah lain yang bisa mengakibatkan adanya sengket4 internasional, antara lain:
  1. Masalah Etnis, sebagai contoh kerusuh4n etnis di Negara-negara bekas Uni Sovyet dan Yugoslavia di samping Negara-negara Afrika
  2. Pel4nggaran HAM, pada umumnya terjadi hampir di setiap negara.
  3. Ancaman pertumbuhan teknologi nuklir jika tidak digunakan untuk kegiatan damai.
  4. Keadaan penduduk yang sangat cepat cenderung menimbulkan kerusuh4n sosial bahkan permusuh4n antarnegara. Jumlah pengungsi internasional yang besar akan menimbulkan kek4cau4n bahkan revolusi.
  5. Merosotnya kualitas m0r4l yang cukup memprihatinkan saat ini adalah terjadinya banyak negarawan menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan sehingga bertentangan dengan harapan-harapan manusia.

 

2.   Cara menyelesaikan masalah-masalah (sengketa) internasional

Secara umum terdapat dua cara penyelesaian sengketa yaitu penyelesaian sengketa secara damai dan penyelesaian sengketa dengan p4ks4 atau keker4s4n.

a.    Penyelesaian secara damai

Penyelesaian sengketa internasional secara damai dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

1)   Rujuk

Rujuk adalah penyelesaian sengketa melalui usaha penyesuaian pendapat antara pihak yang bersengketa secara kekeluargaan. Rujuk dapat dilakukan dengan jalan:

a)    Negosiasi

yaitu perundingan antara pihak yang bersengketa sebagai sarana untuk menetapkan sikap tentang masalah yang disengketakan

b)    Mediasi / jasa-jasa baik

merupakan bantuan jasa baik dari pihak ketiga. Pihak ketiga lebih bersikap aktif, misalnya berusaha mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa, memberikan saran-saran agar sengketa dapat diselesaikan secara damai.
Perbedaan antara jasa-jasa balk dan mediasi adalah persoalan tingkat. Dalam penyelesaian sengketa internasional dengan menggunakan jasa-jasa baik, pihak ketiga menawarkan jasa-jasa untuk mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa. Selain itu, pihak tersebut mengusulkan (dalam bentuk syarat umum) dilakukannya penyelesaian. Tetapi, ia sendiri secara nyata tidak ikut serta dalam pertemuan. Demikian pula, ia tidak melakukan suatu penyelidikan secara saksama atas beberapa aspek dari sengketa tersebut.
Sebaliknya dalam penyelesaian sengketa internasional dengan menggunakan mediasi, pihak yang melakukan mediasi memiliki suatu peran yang lebih aktif. Ia ikut serta dalam negosiasi serta mengarahkan pihak-pihak yang bersengketa sedemikian rupa sehingga penyelesaian dapat tercapai.

c)     Konsiliasi

dapat diartikan secara luas dan secara sempit. Secara luas, konsiliasi berarti penyelesaian sengketa dengan bantuan pihak ketiga yang tidak memihak. Secara sempit, konsiliasi berarti penyerahan sengketa path suatu panitia. Panitia menyelidiki persengketaan kedua belah pihak kemudian akan memberikan usul.

d)    Rujuk

dapat dilakukan dengan bantuan panitia penyelidikan. Panitia penyelidikan bertugas menyelidiki kepastian peristiwa dan kemudian menyiapkan penyelesaian yang disepakati.
Negosiasi, jasa-jasa baik, mediasi, konsiliasi, adalah cara-cara penyelesaian yang kurang begitu formal dibandingkan dengan penyelesaian yudisial atau arbitrase.

2)   Penyelesaian sengketa di bawah pengawasan PBB.

Peran PBB dalam menyelesaikan sengketa secara damai, dapat dilakukan secara politik atau secara hukum. Penyelesaian secara politik dilakukan oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB, sedangkan penyelesaian secara hukum dilakukan oleh Mahkamah Internasional.

Majelis Umum PBB menangani sengket4 dengan jalan memberikan rekomendasi kepada negara yang bersengket4 mengenai tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan secara damai demi terwujudnya kesejahteraan dan persahabatan. Sengket4 yang ditangani Dewan Keamanan PBB dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu :

a)     Sengket4 yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.

Dewan Keamanan PBB dapat merekomendasikan cara yang tepat diantara cara negosiasi, mediasi, penyelidikan, dan sebagainya.

b)     Peristiwa ancam4n perdamaian, pelangg4ran perdamaian, atau 4gresi.

Dewan Keamanan PBB berwenang merekomendasikan hal-hal yang diperlukan untuk mempertahankan atau memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, atau meminta pihak-pihak yang bersengketa untuk memenuhi aturan atau tindakan yang ditetapkan

3)   Arbitrasi (perwasitan)

Arbitrasi adalah cara penyelesaian sengket4 dengan mengajukan sengketa kepada orang­-orang tertentu yang dipilih secara bebas oleh pihak-pihak yang bersengket4, yang disebut Arbitrator, biasanya berasal dari negara yang bersangkutan.
Penyerahan penyelesaian sengketa kepad4 arbitrator dapat dilakukan melalui perjanjian internasional antara negara yang bertik4i. Di dalam perjanjian itu diatur pokok-pokok sengketa, batas kewenangan, prosedur, dan ketentuan yang dijadikan dasar pembuatan keputusan arbitrasi. Keputusan yang diambil tidak hanya berdasar hukum, tetapi dapat berdasar atas kepantasan atau kebaikan. Peraturan arbitrasi internasional ditetapkan dalam Konvensi Den Haag tahun 1899 dan 1907.

4)   Peradilan Internasional / Penyelesaian yudisial

Penyelesaian sengketa melalui peradilan internasional adalah penyelesaian dengan penerapan hukum oleh badan peradilan internasional. Dalam memutuskan masalah hanya berdasarkan ketentuan hukum dan bersifat terbuka. Peradilan internasional dapat dilakukan pula oleh badan peradilan internasional lain dengan persetujuan pihak-pihak yang bersengketa.

b.   Penyelesaian sengketa dengan keker4san

Penyelesaian sengketa dengan kekerasan yaitu penyelesaian sengketa menggunakan sarana pemaksaan, antara lain dengan blok4de, pertik4ian bersenj4t4, reprisal, dan ret0rsi.

1)   Blok4de

Blok4de adalah pengepung4n wilayah untuk memutuskan hubungan wilayah itu dengan pihak luar, misalnya blok4de atau pengepung4n suatu kota atau pelabuhan. Blok4de di masa sekarang dianggap penyelesaian sengketa yang sudah usang, karena blokade sebagai tindakan sepihak bertentangan dengan Piagam PBB, yang menyebutkan bahwa blok4de hanya boleh dilakukan oleh anggota-anggota PBB yang ditetapkan oleh Dewan Keamanan dalam rangka memelihara perdamaian dan kemanan. Namun banyak blok4de dilakukan oleh negara besar untuk kepentingan bersama, misalnya untuk mencegah terjadinya per4ng. Ada dua macam blok4de, yaitu blok4de masa damai dan blok4de masa per4ng.
Akibat hukum blok4de masa damai yaitu negara yang memblok4de tidak berhak menangkap kapal per4ng, negara pihak ketiga yang melanggar blok4de.
blok4de di masa per4ng adalah negara yang memblok4de berhak memeriksa kapal per4ng negara netral atau negara ketiga.

2)   Pertikaian senj4t4

Pertikaian senj4t4 adalah pertent4ngan yang disertai penggunaan keker4s4n dengan tujuan menundukk4n law4n dan menetapkan persyaratan damai secara sepihak. Pertikaian senj4t4 hanya dibedakan dengan pengertian per4ng. Yang dimaksud dengan per4ng adalah pertik4i4n bersenj4t4 yang memenuhi persyaratan tertentu, yaitu pihak-pihak yang bertik4i adalah negara dan pertik4i4n itu disertai pernyataan per4ng.

3)   Reprisal

yaitu pemb4l4san yang dilakukan oleh suatu negara terhadap tindakan yang melanggar hukum dari negara lawan dalam suatu pertik4ian. Reprisal di masa damai dibenarkan apabila negara yang dikenai perbuatan reprisal bersalah melakukan kej4h4t4n internasional. Misalnya, berupa pemboikotan barang, embargo, dan sebagainya.
Reprisal di masa per4ng adalah perbuatan pemb4l4san antara pihak yang berper4ng dengan tujuan
mem4ks4 pihak lawan untuk menghentikan perbuatannya yang melanggar hukum per4ng.

4)    Retorsi

adalah pemb4l4san yang dilakukan oleh suatu negara terhadap tindakan yang tidak pantas dari negara lain, misalnya pengetatan hubungan diplomatik, penghapusan hak istimewa diplomatik. Penggunaan retorsi secara sah oleh negara anggota PBB terikat pada ketentuan Piagam PBB, yang pada intinya tidak mengganggu perdamaian dan keamanan internasional. Jadi retorsi merupakan perbuatan yang sah dan tidak melanggar hukum.
NB : anggka 4 pengganti huruf A