Jepang meluncurkan satelit untuk memantau cuaca ekstrim di dunia

Jepang meluncurkan roket satelit untuk memantau curah hujan Global, satelit ini dikembangkan oleh Jepang yang bekerjasama dengan AS. Nama satelit tersebut adalah roket H-2A, Roket yang diluncurkan oleh Jepang ini membawa tujuh sateit kecil. Menurut The  Japan Aerospace Exploration Agency bahwa satelit tersebut sudah lepas landas dari Tanegashima Space Center di Kagoshima Prefecture. Roket tersebut memiliki berat sekitar empat ton, yang dirancang untuk menganalisis kondisi cuaca abnormal yang menjadi penyebab banjir, kekeringan dll dengan memantau curah hujan dan awan penyebab hujan di seluruh dunia.
Satelit pemantau cuaca ekstrim
Peluncuran satelit ini merupakan proyek GPM antara JAXA (Jepang) dan NASA (Amerika Serikat). Roket ini memiliki tinggi 6,5 meter yang telah diprogram mengorbit di ketinggian 400 kilometer di atas bumu untuk memantau kondisi cuaca abnormal. Proyek ini merupakan proyek yang sangat bermanfaat terutama bagi beberapa daerah didunia yang memiliki cuaca ekstrim, dan bahkan sekarang cuaca di setiap belahan dunia memiliki kondisi yang berubah-ubah. Satelit ini akan memantau hampir di seluruh belahan bumi secara global setiap tiga jam.
Satelit yang membawa teknologi hi – tech ini membantu dalam memantau dan memprakirakan cuaca di seluruh dunia, membantu para ahli meteorologi dalam memprakirakan diantaranya; badai besar,  Topan, memberikan gambaran secara rinci dan lengkap curah hujan, memprediksi kejadian ekstrim lainnya seperti banjir. Selain itu satelit ini juga dirancang untuk mengumpulkan data dari beberapa satelit lain yang mengorbit bumi.